ITB, UHO, dan BRIN Tanamkan Budaya Siaga Bencana kepada Siswa SMAN 1 Wawonii Utara
Dilihat: 1 kali
Konawe Kepulauan, Konkepkab.go.id - Upaya membangun budaya sadar bencana tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kalangan pelajar. Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan edukasi kebencanaan di SMAN 1 Wawonii Utara pada Senin (13/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi sebagai bekal menghadapi potensi bencana di wilayah Pulau Wawonii.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dan guru dalam sesi diskusi mengenai penyebab gempa bumi, potensi tsunami, proses terjadinya likuifaksi, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena edukasi kebencanaan serupa belum pernah dilaksanakan dalam lima tahun terakhir.
“Kegiatan edukasi bagi generasi muda, terutama di wilayah rentan terhadap bencana gempa dan tsunami menjadi penting, terutama dalam upaya kita menanamkan sikap tangguh bencana pada setiap elemen di masyarakat. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menjadi agen penyebar informasi dan edukator kebencanaan bagi siswa di sekolah maupun anggota keluarga di rumah. Dengan begitu, pengetahuan mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami dapat menjangkau lebih banyak masyarakat”, ujar Endra Gunawan, Dosen Teknik Geofisika ITB yang juga ketua tim kegiatan ini pengabdian masyarakat ITB ini. Selain penyuluhan, tim juga menyerahkan materi edukasi mengenai gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi kepada pihak sekolah sebagai bahan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru maupun siswa.
Kepala SMAN 1 Wawonii Utara mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut. "Kami berharap ke depan ada kontak atau kanal komunikasi yang dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan sehingga setiap tahunnya kami dapat memperoleh informasi untuk disampaikan kepada anak-anak mengenai pentingnya memahami penanggulangan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami," ujarnya. Menurutnya, keberlanjutan edukasi menjadi kunci agar budaya sadar bencana terus tumbuh di lingkungan sekolah.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan sekolah, kegiatan edukasi seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala untuk membangun generasi muda yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Sumber : Konkepkab.go.id